h1

Part III Ragnarok

December 28, 2009

Part III Next Stage

“lama sekali mereka, seharusnya sekarang mereka sudah datang untuk penjelasan mengenai pengangkatan jabatan ini” Ucap Seorang Knight yang berdiri di depan kastil Prontera, rambutnya merah dengan helm besi yang berada di kepalanya. Peco-peco berwarna keemasan ada di sampingnya, segera setelah ia mendekati istal Peco-peco, ia ikatkan kendaraannya itu dengan rapi lalu pergi dan menunggu di depan gerbang kastil Prontera.

“Hoiii Albern!! Maaf kami agak sedikit terlambat! Tadi Yugo sempat mampir ke rumah mu dan saran di rumah mu, haha!” ucap seorang swordman yang cukup berumur untuk ukuran seorang swordman. Wajahnya bersih dan rambutnya terurai rapi dengan warna kuning keemasan yang begitu berkilau.

“haha, masakan istri mu memang selalu enak Albern! Tadi aku juga sempat bertemu si kecil Andrew, sudah umur berapa dia? Segera ajarilah dia menggunakan pedang haha.” Ucap Yugo yang sekarang nampak begitu gagah dengan baju Knightnya, helm besi menempel di kepalanya. Di telinganya tampak sebuah Fin Helm yang dulu dia peroleh ketika berburu di Byalan sudah bias ia pakai.

“Kalian ini selalu saja merepotkan istriku. Andrew ya,hmm sepertinya dia sudah berumur 1,5 tahun kalau aku tidak salah ingat haha. Aku takkan mengajarinya berpedang, biarkan anak itu mengikuti nalurinya ingin menjadi apa kelak. Ayo kawan-kawan, Raja Tristan sudah menunggu kita di dalam” Ucap Albern Murdock

Mereka bertiga pun langsung memasuki kastil dan menuju kedalam untuk menemui sang Raja Tristan III. Ruangan kastil masih dipenuhi dengan corak-corak dan ukiran-ukiran istana yang begitu mewah dan megah. Dayang-dayang istana berjalan kesana kemari dengan sibuknya, membawa berbagai makanan untuk hidangan pesta hari ini, entah kenapa hari ini suasana kastil begitu sibuk dan ramai menggunakan hiasan-hiasan yang tidak biasa digunakan.

Selang beberapa menit, mereka bertiga sudah sampai di ruang istana dimana sang Raja Tristan III duduk dengan wajahnya yang semakin terlihat tua. Kerutan wajah sudah mulai nampak di wajahnya, kantung mata menghiasi bagian bawah matanya, beliau tampak begitu kelelahan. Namun beliau begitu bersemangat dan ceria ketika melihat Yugo, Dilwyn, dan Albern memasukin ruangannya. Di samping kiri kanannya tampak 3 jendral tertinggi Prontera, Jendral Fausta Abisha, jendral Sawyer Lenice, dan Jendral Rainer Byron berdiri, wajah-wajah mereka sudah semakin tua dibandingkan sebelumnya, namun anehnya charisma yang di pancarkan tidak pernah berkurang bahkan semakin bertambah dari pada sebelumnya.

“Selamat datang tiga ksatria ku, aku senang melihat kalian disini. Pasti kalian tahu apa maksud aku mengundang kalian kesini, tapi biarkan Jendral Fausta yang menjelaskan semuanya, silahkan Jendral!” Ucap Raja Tristan dengan senyum yg begitu cerahnya.

“Terima kasih yang mulia! Sekali lagi kuucapkan selamat datang untuk kalian bertiga. Sudah sepuluh tahun semenjak kalian resmi menjadi bagian dari Cavalry Prontera, semenjak itu pula kalian sudah begitu berjasa dalam melindungi Negara ini terutama kota kita tercinta Prontera, saat ini umur kami para jendral sudah tidak muda lagi. Sekaranglah saatnya kalian bertiga kami angkat menjadi penerus kami, karena sekarang adalah saatnya kami untuk pensiun dan menikmati hari sebagai orang biasa bersama keluarga tercinta kami haha. Sebelumnya aku mewakili jendral-jendral lainnya mengucapkan maaf karena Jendral Radman Paloma tidak bisa datang, beliau sedang mengurus kasus para goblin di barat bersama pasukannya, dan penerus beliau pun bersama beliau. Mungkin bila mereka sudah kembali, kalian bisa berkenalan dengan penerus beliau. Sekarang saatnya yang Mulia untuk mengangkat mereka menjadi seorang Jendral, silahkan yang Mulia.” Ucap Jendral Fausta dengan tenang.

“Dayang-dayangku! Bawa masuk Ketiga pedang itu!” Perintah Raja Tristan pada dayang-dayang istana yang tampak menunggu di ruangan di samping ruang istana.

Selang beberapa detik, 3 dayang istana masuk dengan dengan membawa 3 Pedang  yang kemudian di serahkan kepada ketiga Jendral yang berdiri di samping sang Raja.

“Silahkan para Jendral untuk menyerahkan pedangnya kepada penerus masing-masing.” Ucap Raja Tristan.

Diawali dari Jendral Rainer Byron yang maju kedepan dengan memegang sebuah pedang berbilah panjang yang begitu indah dan begitu tipis.

“Albern Murdock, selama 10 Tahun ini kau telah menjadi orang yang begitu kuat dan bijaksana. Aku bangga sekali bisa bertemu dengan orang seperti mu, dan aku merasa yakin untuk meneruskan semua yang telah kulakukan ini pada mu, aku yakin kau pasti bisa lebih baik daripada aku. Kuserahkan Pedang Zweihander ini pada mu, dan mulai detik ini kau telah kuangkat menjadi Jendral Divisi Ketiga Ambush and Assasinate.” Ucap Jendral Radman dan mengakhiri kata-katanya dengan menyerahkan pedang itu kepada Albern.

“Terima kasih banyak Jendral, aku akan berusaha sebaik mungkin.” Ucap Albern Murdock yang masih berlutut di depan Jendral Radman.

Setelah Jendral Radman mundur, sekarang giliran Jendral Sawyer Lenice yang maju kedepan untuk menyerahkan pedangnya, di depannya seorang swordman telah berlutut dengan wajah yang ditundukkan ke tanah.

“Hadapkan wajah mu Dilwyn! Aku telah mengajari mu selama 10 tahun dan aku rasa sudah tidak ada lagi yang bisa kuajarkan padamu. Walau kau adalah seorang Swordman, aku tidak malu untuk melepaskan jabatan ku ini dan menyerahkannya padamu, karena dengan kemampuan mu itu, kau bahkan bisa mengalahkan Orc Hero sendirian hahaha! Sekarang, kuserahkan Pedang Mysteltain ini sebagai lambang bahwa kau telah menjadi Jendral Divisi Kedua Break and Destroy, namun aku masih menyarankan kepadamu untuk menjadi seorang Knight haha!” Tawa keras mengakhiri kalimat Jendral Sawyer.

“Haha,jendral terlalu melebih-lebihkan. Tapi maaf, saya masih belum menemukan kepuasan menjadi seorang swordman, dan saya belum merasa menjadi swordman sejati hehe.” Ucap Dilwyn yang sekarang sedang memegang pedang pemberian Jendral Sawyer.

Ketika Jendral Sawyer mundur dengan tawa yg membahana keseluruh ruangan istana itu, Jendral Fausta Abisha maju dengan membawa pedang nya. Dia berheti di depan Yugo Skyhate yang sedang berlutut.

“Yugo,tak banyak yang bisa aku ucapkan. Prestasi mu di Cavalry Prontera begitu luar biasa, bahkan para prajurit di kota lain mengakui bahwa kau adalah Ksatria yang tidak akan ada selama 1000 tahun kedepan, oleh karena itu aku bangga untuk menyerahkan jabatan ku ini kepada mu. Sekarang kuresmikan bahwa Yugo Skyhate adalah Jendral Divisi Pertama Tactics and Strategy. Pedang Excalibur ini adalah partner ku selama ini, dan aku yakin pedang ini akan sangat senang dimiliki oleh orang seperti mu.” Ucap Fausta sambil menyerahkan pedang dengan sebuah batu zamrud merah menghiasi bagian tengah pedang itu.

“saya yang sangat berterima kasih kepada jendral. Karena berkat jendral, saya mampu menjadi ksatria seperti sekarang ini. Bimbingan dan pelajaran yang jendral berikan takkan pernah saya lupakan.” Ucap Yugo yang tampak begitu bangga.

“Jendral baru sudah mendapatkan pedangnya masing-masing, nah sekarang saatnya kita berpesta!!” Ucap Raja Tristan yang sudah tidak sabar menikmati makan malam yang disiapkan oleh para dayang.

Beberapa bulan setelah pengangkatan para jendral baru itu, Raja Tristan menerima kabar bahwa Pangeran Kegelapan akan segera bangkit. Raja Tristan pun segera mempersiapkan semua pasukannya untuk segera menggempur kota Glast Heim. Pasukan dari Jendral Radman Paloma masih melakukan pencarian jalur tercepat dan aman untuk dilalui oleh pasukan dari divisi lain, semua berita tentang keadaan Jendral Radman dan pasukannya dikabarkan melalui elang pembawa pesan.

Di tengah ruang istana malam itu berdiri ketiga Jendral dari Cavalry Prontera yang sedang menyusun strategi bersama Raja Tristan untuk menyerbu kerajaan iblis Glast Heim.

“Aku tidak mengerti dengan berita yang dikirim oleh Jendral Radman, beliau belum juga mengabarkan siapa pengganti beliau. Dan beliau masih saja melakukan pencarian jalur aman menuju Glast Heim, apa beliau pikir bahwa dengan kondisi seperti itu beliau bisa saja terluka.” Ucap Yugo dengan cemas.

“Tenang Yugo, kita tahu memang dari keempat jendral. Hanya jendral Radman lah yang mengerti keadaan kontur wilayah diseluruh negeri Rune Midgard, jadi mungkin beliau masih memetakan seluruh wilayah negeri ini. Kita percayakan saja bahwa pengganti beliau itu adalah orang yang berwawasan luas dan mampu memimpin pasukannya.” Ucap Raja Tristan

“Benar Yugo, yang terpenting sekarang adalah berita yang kuterima siang hari ini. Jendral Radman mengabarkan bahwa jalur paling aman adalah melalui kota Geffen, melalui jasa penerbangan kafra kita bisa menghemat waktu untuk mencapai kota Geffen, dan kita bisa melakukan transit pasukan disana.” Ucap Albern.

“Dan dari sana, kita bisa dengan mudah mencapai Glast Heim dengan cepat. Jadi para Priest akan mudah mengobati orang-orang yang terluka.” Ucap Dilwyn.

“Baiklah kalo begitu, kita kesampingkan dulu masalah jendral Radman. Besok pagi kumpulkan semua pasukan dan kita berangkatkan mereka menggunakan jasa penerbangan kafra.” Ucap Yugo dan mengakhiri pembicaraan malam itu.

Di antara hutan mjolnir, tampak api unggun menari-nari di tengah gelapnya malam yang berada di antara pepohonan hutan Mjolnir. Beberapa prajurit masih sibuk dengan makanan yang mereka bakar di atas api unggun, beberapa orang tampak berkumpul di dalam sebuah tenda dengan penerangan yang paling terang diantara yang lain.

“Rai! Kemari! Ada yang ingin ku perlihatkan padamu!” Ucap seorang ksatria yang duduk dibaik meja kayu sederhana dengan penerangan di dekatnya, mejanya penuh dengan kertas-kertas bergambar daerah-daerah yang mungkin banyak yan belum mengetahui daerah apa itu. Wajah ksatria itu tampak kelelahan dan pucat, kumisnya tidak beraturan dan pakaiannya pun lusuh. Namun kharismanya sebagai seorang ksatria begitu terpancar dari sorotan matanya yang tenang.

“Ada apa Jendral Radman? Anda memanggil saya?” Ucap seorang Defender bernama Rai yang baru saja masuk tenda dengan tergesa-gesa. Baju besi besar sebagai cirri khas seorang Defender tidak lepas dari tubuhnya, itu yang membuat dia cukup susah bergerak di tengah tenda yang sempit itu.

“aku memperolah kabar yang baru saja datang melalui elang pembawa pesan, para Jendral di Prontera akan berangkat ke Geffen besok pagi menggunakan penerbangan Kafra. Mereka menginginkan hasil dari ekspedisi pasukan kita. Sebaiknya kau perintahka salah seorang pasukan mu untuk membawa peta Rune Midgard ini dan menyerahkan kepada mereka. Dan beritahukan bahwa pasukan kita akan menuju Glast Heim lebih dulu untuk membuka jalan dan membuat jalur agar mereka bisa dengan mudah menyerbu Glast Heim.” Ucap Radman Paloma yang dengan kerutan yang semakin tampak dengan penerangan sederhana dihadapannya.

“baik Jendral,akan segera saya perintahkan pada salah seorang pasukan saya!” Ucap Rai

“tunggu sebentar Rai! Jangan pergi dulu! Kalian para prajurit, keluarlah! Beristirahatlah, aku ingin berbicara dengan Rai.” Ucap Jendral Radman yang memerintahkan para prajurit penjaganya untuk keluar dan meninggalkan mereka berdua di dalam tenda.

“ada apa jendral, sepertinya ada hal penting yang ingin anda sampaikan.” Ucap Rai dengan nada yang penasaran dan sedikit cemas.

“beberapa bulan yang lalu, ketiga jendral Cavalry Prontera telah mengangkat penerus mereka. Seharusnya aku pun disana dan mengangkat salah seorang dari pasukan ku untuk menjadi pengganti ku, namun karena kita sedang dalam misi, maka kita pun tak bisa pulang dahulu ke Prontera. Dari semua prajuritku, tidak ada yang bisa aku rekomendasikan untuk menggantikan aku selain dirimu.” Ucap Radman dan membiarkan Rai berbicara.

“Apa maksud jendral? Saya belum paham dengan maksud pembicaraan jendral.” Ucap Rai

“Haha,selalu saja kau susah mengerti maksud pembicaraan seseorang. Kepolosan itu harus segera kau perbaiki agar kelak hal itu tidak membunuh mu. Saat ini, kau kupanggil kesini karena aku ingin mengangkat mu menjadi Jendral Divisi Keempat Searching and Explore menggantikan aku. Aku tidak mengharapkan kata tidak, karena sudah tidak ada waktu lagi untuk berdebat. Dan aku tidak akan mampu bertahan hingga perang besar melawan kerajaan Glast Heim terjadi.” Ucap Radman yang sekarang wajahnya tampak makin pucat.

“Ada apa dengan Jendral? Jendral hanya sakit biasa kan? Kenapa harus saya, bila masih banyak orang lain yang lebih kuat dibanding saya?” ucap Rai

“ aku memilih mu karena kau adalah Defender kepercayaan ku, saat ini penyakit keturunan yang aku derita sudah menggerogoti tubuh ku terlalu banyak, dan menurut para penyembuh istana, aku hanya akan bertahan sekitar 2 minggu lagi. Aku ingin mati dalam keadaan seorang ksatria, oleh karena itu aku tidak memilih untuk pulang ke Prontera dan menjalani pengobatan.” Ucap Radman dengan raut wajah yang begitu tenang.

“Kenapa jendral bersikeras seperti itu? Bila ada yang mampu mengobati penyakit jendral, sebaiknya kita segera menunda misi kita dan mengutamakan pengobatan jendral.” Bantah Rai dengan kecemasan yang semakin terlihat di wajahnya.

“Dengar Rai, aku sudah menetapkan keputusan ku. Aku memilih untuk mengabdikan hidupku pada Cavalry Prontera dan tidak menikah karena aku tidak ingin keturunan ku menderita penyakit ku ini. Jadi Rai, apa kau bersedia menjadi penerus ku?” Sekarang Jendral Radman berdiri dan mendekati Rai yang tampak menunduk dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

“Jend…Jendral…Saya bersedia.” Ucap Rai dengan isak tangis yang mulai terdengar darinya, tetesan air mata tidak mampu lagi ia tahan.

“Baiklah, Rai Lightbringer! Malam ini, tanpa pesta apapun, tanpa perayaan atas ini semua, kau kuangkat menjadi Jendral Divisi Keempat Searching and Explore, dan Perisai Hylian ini akan menjadi lambang bahwa kau telah menjadi seorang Jendral. Defender yang akan selalu melindungi pasukan dan rakyatnya, dan akan rela berkorban demi semua hal yang ia sayangi!” Ucapan Jendral Radman pada malam itu benar-benar membuat perasaan Rai menjadi begitu cemas sekaligus bahagia atas apa yang ia terima.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.