
Part II Ragnarok
December 29, 2009Part II They’re Coming
“Yang Mulia Raja Tristan! Hamba hendak melaporkan kondisi Glast Heim saat ini!” Ucap seorang prajurit yang terlihat gelisah dengan baju besi dan jubah merah yang melambangkan pasukan kerajaan.
“Cepat beritahukan apa yang kau lihat disana!” Ucap Raja Tristan III yang masih terlihat muda untuk ukuran seorang raja,dibandingkan mendiang raja-raja terdahulu, Raja Tristan III memang yang paling muda dalam menjabat sebagai seorang raja. Namun, dari semua mendiang raja terdahulu, beliau adalah raja yang paling bijaksana dan berwibawa sekaligus cerdas dan dihormati rakyatnya.
“Lapor yang mulia, tanda-tanda kebangkitan sang Pangeran Kegelapan telah muncul, bahkan para iblis pun sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan seperti halnya yang terjadi pada Raja iblis Baphomet.” Ucap sang prajurit dengan tegas dan ketakutan,suaranya menggema keseluruh ruangan yang begitu besar itu. Ruangan dengan lambang kerajaan Rune Midgard dan bendera kota Prontera, kota yang menjadi pusat kepemimpinan di seluruh Rune Midgard itu tampak sunyi dan tampak sederetan prajurit penjaga yang berdiri tegak menjadi seperti hiasan patung yang bergerak yang membuat suasana menjadi tampak kelam.
“Segera perintahkan 4 Jendral tertinggi untuk segera mengadakan perekrutan Knight! Kita harus segera mempersiapkan pasukan terbaik untuk menggempur kerajaan iblis Glast Heim!” Ucap Raja Tristan dengan nada yang begitu berwibawa, suaranya menggema keseluruh ruangan sehingga dayang-dayang istana enggan untuk menampakkan diri.
Segera setelah perintah dari Raja Tristan menyebar ke cavalry Knight di bagian tenggara kota Prontera, Sawyer, Rainer, Radman, dan Fausta,yang merupakan 4 Jendral tertinggi di Rune Midgard langsung mengumumkan bahwa akan diadakan perekrutan kepada seluruh Swordman yang ada di seluruh Rune Midgard. Seluruh Swordman yang telah memiliki cukup kekuatan akan mengikuti tes untuk menjadi seorang Knight, dan dengan hitungan jam, berita itu telah menyebar ke seluruh penjuru Rune Midgard melalui system pengiriman pesan dan barang Kafra.
Di salah satu pojok bagian barat kota Prontera, tampak 2 orang yang sedang berdebat keras. Tampak amarah dari masing-masing orang itu, pria yang satu adalah seorang swordman dengan rambut coklat pendek yang cukup rapi untuk kalangan swordman, dan yang satu lagi adalah seorang merchant yang sedang memegang sebuah pedang claymore bercorak merah di sepanjang mata pedangnya.
“Ayolah,tidak mungkin pedang seperti itu kau hargai 300ribu Zeny! Itu hanya pedang claymore yang belum di perkuat!” Ucap swordman tersebut dengan nada heran.
“Tuan ini dibilangin kok ngeyel! Ini adalah SSK Claymore elemen Api! Walau pedang ini belum diperkuat, tapi pedang ini sudah mengandung elemen api dan pada saat penempaannya sudah dicampur dengan material penguat bijih besi! Jadi pedang ini layak untuk dijual 300ribu zeny,bahkan bila anda mencari di kota dagang Morroc, disana pedang ini dihargai 800ribu Zeny!” Ucap sang merchant dengan nada tinggi dan kesal karena yang dihadapinya adalah swordman yang keras kepala.
“Hah? 800Ribu Zeny? Hooh po??” ucap swordman itu dengan nada tidak percaya.
“YO ORALAH! Kau pikir aku sebodoh itu menurunkan harga sampai segitu? Pedang seperti ini sudah jarang ditempa, kalaupun kau menemukan pedagang yang menjual ini di Morroc, mereka akan menghargainya tidak jauh dengan harga yang kuberikan saat ini, karena memang seginilah harga pasarannya!” kata merchant yang kesal namun terlihat sekilas senyum diwajahnya setelah berhasil membodohi swordman itu.
“Hah! Baiklah,dasar pedagang keras kepala! Aku beli pedang itu sekarang!” Dengan wajah muram swordman itu mengeluarkan setumpuk uang berjumlah 300ribu zeny kemudian menyerahkannya kepada merchant tersebut.
Akhirnya keributan yang terjadi antara mereka berdua berakhir dengan transaksi yang cukup merugikan bagi swordman namun menguntungkan bagi sang merchant.
Swordman itu kemudian berjalan menuju tengah kota Prontera untuk beristirahat di meja taman disebelah air mancur tengah kota Prontera. Sesampainya disana, dia melihat kerumunan orang-orang sedang berkumpul di depan papan pengumuman dan tampak 2 orang prajurit istana sedang menempelkan selembar kertas pengumuman. Salah satu prajurit itu pun membacakan isi pengumuman dengan keras agar seluruh orang yang berkumpul dapat mendengarnya.
“Di umumkan bahwa Cavalry Knight dan Defender Prontera mengadakan rekrutmen kepada calon-calon ksatria! Bagi para Swordman yang sudah memiliki kemampuan diharapkan mengikuti ujian yang akan diadakan besok siang di kamp Pelatihan Prajurit Prontera di bagian tenggara Prontera!” mengakhiri pengumuman yang dia berikan, prajurit tersebut kemudian menempelkan kertas tersebut ke papan pengumuman kemudian bergegas pergi.
Tampak beberapa Swordman akhirnya mngurungkan niatnya untuk ikut ujian karena keterbatasan kemampuan yang mereka kuasai, namun banyak juga swordman yang begitu tertarik dengan rekrutmen ini.
“Aku harus mengikuti ujian ini, tidak rugi aku sudah melatih semua kemampuan ku selama ini.” Ucap swordman yang baru saja memasukkan Claymore api barunya kedalam sarung pedang.
Di depan papan pengumuman,tampak seorang swordman lain dengan wajah yang terlihat tenang namun tegas, rambutnya berwarna kuning keemasan terurai dan sesekali melambai mengikuti tarian angin, yang berusaha keluar dari kerumunan setelah melihat isi pengumuman tersebut, dia tampak tergesa-gesa untuk segera menuju gerbang selatan Prontera.
“aku harus segera memberitahukannya!” ucap Swordman tersebut sambil berlari.
Di sebelah selatan kota Prontera, Nampak seorang swordman yang berlari di antara pepohonan dan nampak sedang mencari sesuatu.
“Yugo!! Dimana kau! Aku ada berita berita penting! Dimana kauu??!!”
“Hoooam,aku disini -_-‘ Ada apa?” ucap Yugo Skyhate yang baru saja terbangun dari tidurnya.
“aku tadi melihat pengumuman! Besok siang akan diadakan Rekrutmen untuk Knight dan Defender! Kau harus ikut!” Ucap Swordman berambut emas tersebut.
“Jangan bercanda kau Dilwyn! Ada apa kok tiba-tiba cavalry Prontera mengadakan rekrutmen, bukankah bulan lalu mereka sudah mengadakan rekrutmen, jadi tidak mungkin mereka mengadakan rekrutmen lagi dalam jangka waktu secepat ini.” Ucap Yugo dengan mata yang tampak masih mengantuk.
“Tadi sebelum membaca pengumuman di tengah kota, aku sempat mendengar pembicaraan beberapa prajurit Prontera di bar. Mereka bilang, Raja Tristan III akan mengirimkan prajurit-prajurit terbaik untuk menggempur Glast Heim untuk menahan kebangkitan Pangeran Kegelapan Dark Lord.” Ucap Dilwyn
“Hmm,berarti ini saatnya kita bergabung dengan cavalry Prontera dan menunjukkan bahwa kita adalah salah satu yang terbaik, dengan kecepatan dan ketangkasan mu dalam bermain pedang, pasti dengan mudah kau akan menjadi seorang Knight yang terbaik.” Ucap Yugo yang sekarang tampak tidak mengantuk lagi.
“Aku sepertinya tidak akan menjadi Knight, aku akan tetap menjadi Swordman dulu. Tapi tenang saja, dengan kekuatan mu, kau pasti bisa menjadi Knight dengan mudah. Aku akan tetap berusaha bergabung dalam cavalry Prontera tanpa harus menjadi seorang Knight, dan kita akan menghancurkan Pangeran Kegelapan dengan kemampuan kita haha!” Ucap Dilwyn dengan tenang.
“ Kau ini dari dulu selalu saja mencari sensasi, tapi baiklah. Tunjukkan pada mereka bahwa kau layak untuk bergabung dalam cavalry tanpa harus menjadi Knight haha. Sepertinya kita harus banyak beristirahat untuk besok, tapi sebaiknya kita bersenang-senang dulu di bar! Aku yang traktir, kita berpesta sampai pagi haha!”
Akhirnya mereka berdua pun segera memasuki kota Prontera dan menuju Bar kota, yang tampak semakin ramai saat sore seperti ini.
Esok paginya, Matahari seperti biasa menyinari kota Prontera dengan kehangatan paginya. Tampak beberapa Swordman sudah berkumpul di kamp pelatihan Prontera dari pagi hari hanya untuk meminjam tempat berlatih. Di kejauhan pun Yugo dan Dilwyn sudah nampak berjalan menuju kamp pelatihan, lengkap dengan pedang dan perisai mereka masing-masing.
Tidak jauh di belakang Yugo dan Dilwyn, Nampak swordman yang kemarin baru saja membeli sebuah pedang Claymore berelemen api. Dia datang dengan baju besi yang cukup besar dan membuat tubuhnya begitu besar dibanding biasanya. Di pinggang sebelah kirinya tergantung Claymore api yang baru saja di belinya kemarin.
Tak lama setelah kerumunan swordman itu berbaris di depan kamp pelatihan Prontera, muncul beberapa prajurit yang kemudian berbaris di kiri kanan kamp, kemudian dari dalam gedung, muncul 4 Jendral Tertinggi Pasukan Keamanan Rune Midgard. Salah satu dari keempat itu maju kedepan barisan swordman dan memulai pembicaraan.
“Selamat datang para ksatria muda, perkenalkan nama ku Fausta Abisha, Jendral Divisi Pertama Tactics and Strategy dari Cavalry Prontera, di belakang ku dari kiri ku adalah Jendral Divisi Kedua Break and Destroy, Sawyer Lenice, lalu di sampingnya adalah Rainer Byron Jendral Divisi Ketiga Ambush and Assasinate, dan yang terakhir adalah Jendral Radman Paloma Divisi Keempat Searching and Explore. Kami hari ini akan menguji kemampuan kalian untuk menjadi seorang Knight dan Defender.” Ucap Fausta,tubuhnya tinggi kekar namun kebijaksanaan dan ketenangan terpancar dari wajah tuanya. Dengan kondisi rambut yang sebagian sudah berwarna putih, tampak sekali bahwa orang ini memiliki pengalaman yang begitu luas.
Jendral Sawyer Lenice adalah orang yang paling diam dan angkuh dibanding jendral lainnya, pandangan mata tajamnya melirik semua swordman yang ada di lapangan itu tampak seperti semut kecil yang bisa dengan mudah ia remukkan dengan sekali hentakan kaki, rambut hitam panjangnya membuat dia semakin terlihat misterius, Jendral Rainer Byron adalah orang yang sangat teliti hingga tingkat kerapiannya begitu tinggi, matanya besar dan cerah, rambutnya berwarna hitam dengan Bone Helm terpasang rapi di atas kepalanya. Yang terakhir adalah Jendral Radman Paloma, dia nampak kaku dengan pedang di pinggang kirinya dan sebuah peta yang selalu berada di tangan kirinya. Rambutnya berwarna merah darah, wajahnya masih muda dan tampak bahwa dia adalah Jendral paling muda di antara yang lain.
“Baiklah, tidak perlu berlama-lama lagi sebaiknya kita mulai saja tes rekrutmen ini, bagi Swordman yang ingin menjadi Knight, ikuti aku dan Jendral Sawyer, untuk swordman yang ingin menjadi Defender, ikuti Jendral Rainer dan Radman” Ucap Jendral Fausta.
“Tunggu Jendral!!!” Tampak seorang swordman berlari-lari dari kejauhan mendekati lapangan itu.
“Ada apa anak muda?” Ucap Jendral Fausta dengan penuh wibawa.
“Maaf saya terlambat, saya ingin mengikuti tes menjadi seorang Knight!” Jawab Swordman muda berwajah cerah dibalik kelelahannya itu.
“Haha,kupikir kau berlari-lari tadi ingin menyampaikan bahwa para orc menyerbu kota Prontera! Baiklah,siapa namamu anak muda?” Ucap Fausta
“nama saya Albern Murdock!” Ucap Swordman itu dengan nafas yang sudah mulai teratur.
Kemudian barisan swordman itu mengikuti pelatihan di tempat berbeda, pelatihan Knight dan pelatihan Defender dipisahkan karena pengetahuan dan pengalaman yang dibutuhkan berbeda.
“Ujian pertama mengenai kebijaksanaan kalian sebagai seorang pemimpin! Aku akan menguji kemampuan dan kecerdasan kalian” Ucap Fausta yang kemudian memulai ujian di hari itu.
Setelah beberapa jam berlalu, beberapa swordman tampak keluar dari gedung pelatihan Knight dengan murung. Namun selang beberapa menit kemudian,barisan swordman lain keluar dengan wajah tegang namun senang.
“Selamat,kalian telah lulus ujian dari ku, sekarang saatnya ujian kekuatan dan kemampuan kalian dalam bertarung. Ujian ini akan dipimpin oleh Jendral Sawyer!” Ucap Jendral Fausta kepada barisan swordman yang baru saja keluar dari gedung pelatihan dan sedang berbaris rapi di depan gedung.
“Kalian membentuklah lingkaran di sekeliling ku!” Perintah Sawyer dengan nada tenang, dari awal perkenalan tadi, dia tidak pernah mengucapkan satu kata pun. Suaranya begitu keras dan tegas hingga mungkin lalat pun akan diam ketika diperintah oleh dia.
“Sekarang aku akan memanggil kalian satu persatu untuk bertarung dengan partner kalian sekaligus memperlihatkan kemampuan kalian dalam pertarungan.” Ucap Sawyer.
“…..”
“…..Baiklah,berikutnya! Yugo Skyhate melawan Albern Murdock!” Ucap Sawyer dengan tidak peduli pada sebagian barisan swordman yang terluka karena pertarungan itu.
“Well,sekarang saatnya aku menunjukkan kemampuan ku. Doakan aku berhasil ya Dilwyn!” Ucap Yugo dengan tidak sabar kepada sahabatnya Dilwyn.
“Good Luck my brother! Kau pasti berhasil.” Ucap Dilwyn dengan tenang
Pertarungan dimulai dengan sabetan pedang panjang dari Albern. Yang dengan sigap ditangkis oleh Yugo. Beberapa jurus dikeluarkan oleh Albern untuk mendesak Yugo, dan nampak Yugo kewalahan menerima sederetan serangan yang dilancarkan oleh Albern.
“Wow, kemampuan mu luar biasa kawan! Perkenalkan aku Yugo Skyhate! Hiaaat! Magnum Break!” Yugo akhirnya memukul mundur Albern dan memberi ruang gerak yang cukup luas bagi Yugo untuk melancarkan serangan balasan.
“Luar biasa,kau mampu memukul ku mundur! Aku Albern Murdock tidak akan pernah kalah oleh serangan seperti ini! Provoke!” Ucap Albern sambil menyerang Yugo melalui serangan mental.
“Jurus seperti itu tidak akan mempan pada ku!” Teriak Yugo
Beberapa jurus dipadukan serangan mental yang luar biasa terjadi di tengah lapangan itu, suasana pertarungan semakin panas dengan kondisi matahari yang sudah berada di atas kepala.
“Akan kuakhiri dengan ini! BASH!!” Teriak Yugo setelah menyerang sekaligus menangkis serangan dari Albern. Seketika itu juga Albern kalah dan menunjukkan bahwa Yugo lebih kuat.
“Bagus sekalian berdua,kalian berdua aku ijinkan menjadi Knight!” Ucap Sawyer memecah keheningan.
“Albern, terima kasih kawan! Kau luar biasa, dan selamat untuk kita berdua!” Ucap Yugo sambil membantu Albern berdiri.
“Kau juga hebat Yugo Skyhate! Terima kasih haha!”Ucap Albern sambil menerima uluran tangan Yugo.
“Yang terakhir! Dilwyn Gruffydd melawan…!” sebelum Jendral Sawyer selesai mengucapkan kata-katanya, Dilwyn menyela dan berkata
“Jendral, saya tidak ingin menjadi seorang Knight! Saya hanya ingin bergabung dalam pasukan Cavalry Prontera!” Ucap Dilwyn yang membuat seluruh swordman kaget dan memandang tidak percaya padanya.
“Apa maksud mu? Kau ingin merendahkan nama Knight? Seberapa kuat hingga kau menolak tawaran menjadi seorang Knight?” Ucap Sawyer yang sekarang sudah berdiri menantang Dilwyn.
“Bukan seperti itu maksud saya jendral, saya hanya ingin menjadi seorang Swordman sejati.Bila anda ingin menguji saya,silahkan. Saya tidak keberatan.” Ucap Dilwyn dengan tegas.
“Baiklah anak muda, maju kau kedepan! Lawan mu adalah aku!” Ucap Jendral Sawyer sambil menghunuskan pedangnya.
Pertarungan pun dimulai dari serangan yang diluncurkan oleh Jendral Sawyer. Dengan beberapa jurus saja tampak bahwa Jendral Sawyer sangat jauh lebih unggul dibanding Dilwyn. Bahkan dengan sekali tebasan pedangnya, Jendral Sawyer mampu membunuh seekor BigFoot.
Namun ketika Dilwyn berada di ambang kekalahan,dia mengeluarkan jurus Bash dengan kekuatan luar biasa hingga Jendral Sawyer mundur seketika. Kesempatan ini dimanfaatkan Dilwyn untuk maju menyerang Sawyer, dengan serangkaian Bash yang dilancarkan oleh Dilwyn, Jendral Sawyer hanya mampu menahan hingga tiba-tiba pedang Jendral Sawyer patah dan ia jatuh tersungkur di tengah lapangan. Dan dengan mudah Diwyn mampu menghunuskan bilah pedangnya di antara leher Jendral Sawyer. Sorotan mata Dilwyn seperti orang yang sedang kerasukan iblis yang akan dengan mudah membunuh orang yang menghalangi niatnya.
“Maafkan saya Jendral!” Dengan seketika pedang yang berada di leher jendral itu ditarik kemudian disarungkan pada sarung pedang.
“Luar biasa, tidak pernah ada satu monster pun yang mampu mengalahkanku seperti ini. Baiklah, bila kau ingin bergabung dengan Cavalry Prontera tanpa harus menjadi seorang Knight, aku ijinkan. Dan kau akan menjadi anak didik ku hahaha!!” terlihat wajah Jendral Sawyer yang begitu kejam itu menjadi terlihat begitu bersahabat dengan senyum yang melebar diwajahnya.
“Terima Kasih Jendral!” ucap Dilwyn dengan gembira.
Di sore harinya, di umumkan semua swordman yang berhasil menjadi Knight, sekaligus para Swordman itu diangkat menjadi Knight secara resmi dan bergabung dengan Cavalry Prontera.