
My Novel: Ragnarok
December 30, 2009Ragnarok
Part I Destiny
“Cuaca kayak gini terus tiap hari,bisa bikin meleleh otak ku lama-lama. Hei Dewa Ifrit! Apa kau ingin menghancurkan dunia ini dengan panas mu?” Keluh seorang pria dengan pedang yang tergantung di pinggangnya. Tampak baju besi yang tak begitu mewah menghiasi tubuhnya. Sebuah helm terpasang di kepalanya, rambutnya terurai berantakan dibalik helm besinya.
Di tengah kota Prontera dia berjalan dengan langkah yang tak beraturan dengan memegang sebuah bungkusan yang dipenuhi dengan noda darah. Beberapa merchant yang sedang berjualan di lapak-lapak yang di gelar di sepanjang jalan Prontera membuat suasanya panas ini semakin terasa pengab dan sesak. Begitu banyak merchant yang menjual berbagai potion dan minum energy lainnya. Beberapa Blacksmith membuka lapak dengan menjual beberapa pedang hasil tempaan mereka,namun ada juga yang menjual berbagai perlengkapan dan benda-benda langka yang pastinya di dapat dari hasil berburu monster-monster yang tidak mungkin dilakukan oleh orang biasa.
Swordman dengan bungkusan penuh noda darah itu pun sampai pada satu toko yang biasa membeli hasil dari perburuan para petualang di seluruh Rune Midgard dengan harga yang cukup relevan untuk para petualang yang membutuhkan uang, tapi menurut hukum para merchant di seluruh Rune Midgard “tak ada gunanya menjual pada pembeli yang mengatur uang kita”, oleh karena itu para merchant selalu menjual hasil buruannya dengan harga yang tidak wajar kepada para pembeli itu.
“Selamat siang tuan Yugo Skyhate, apa yang anda bawa hari ini untuk dituker dengan beberapa zeny dari saya ^^” Ucap sang pedagang yang berada di ruangan itu.
“Akh kau selalu saja mengejek ku,aku tidak pernah bisa membawa barang yang mahal dari hari ke hari. Tapi bawaan ku kali ini pasti akan mengagetkan mu,Richard!” Ucap Yugo dengan wajah yang dipenuhi oleh keringat.
“Wow,jangan merendah seperti itu tuan Yugo, aku yakin anda pasti akan menjadi kuat dari hari ke hari dan mampu menjadi seorang Knight dengan kemampuan luar biasa, dan akhirnya bisa membawakan pada ku benda-benda yang bisa kuhargai cukup mahal hahaha. Wah aku tertarik untuk melihat apa yang bisa dibawa oleh swordman yang menjadi langganan ku ini hahaha.”
Dengan wajah kusam dan semakin terlihat lelah dengan candaan dari Richard, Yugo segera mengeluarkan apa yang ada di dalam bungkusan yang penuh dengan bercak darah itu. Setumpukan Heart of Mermaid yang dipenuhi dengan darah yang sebagian sudah mengeras itu terpampang di depan wajah Richard.
“Hahaha,tidak kusangka kau berburu di Byalan. Kupikir keberadaan para duyung itu hanya mitos,tapi tak kusangka kau berani masuk kedalam gua bawah air itu, cukup mengejutkan ku tuan Yugo. Baiklah,mau kau jual berapa hati para duyung ini? Karena kupikir ini bahan yang cocok untuk membuat ramuan,walau tentu saja tidak akan begitu mahal haha.” Terlihat muka Richard yang berseri-seri karena telah berhasil mengerjai Yugo dengan telak hari ini.
“Kau ambil semua hati duyung ini, dank au beri aku 100ribu zeny dan aku akan segera pergi daru toko ini!” Ucap Yugo dengan nada tinggi dan sedikit terbawa emosi.
“Tenang tuan yugo tenang, kau tau kan aku tadi hanya bercanda. Baiklah aku akan membayar sedikit lebih tinggi hari ini,kubayar kau 50ribu zeny untuk semua hati ini,walau sebenarnya benda-benda ini mungkin hanya layak kuhargai 20ribu, tapi karena kau telah menghibur ku di hari yang panas ini haha.”
“Sialan kau Richard! Keluarkan uang mu sekarang dan aku akan segera pergi! Kau membuat suasana hati ku ikut panas di tengah hari ini!”
“Haha,baiklah tuan Yugo Skyhate.” Dengan segera Richard mengambil beberapa lembar uang zeny dan menghitungnya. “ini uang mu Tuan Yugo,dan jangan pernah kapok untuk kesini lagi haha.”
“aku tidak akan kapok kesini hanya karena ejekan tak berdasar mu itu, akan kubuktikan aku akan jauh lebih kuat dan akan semakin kuat dari hari ke hari. Oh iya,aku beli 1 buah magnifier, ada benda yang ingin kuteliti.” Ucap Yugo dengan wajah yang sudah kelelahan menanggapi semua omongan Richard.
“Haha,ini kuberikan 1 buah magnifier gratis untuk mu,sekali lagi karena kau telah berhasil menghiburku hari ini haha.”
“Kurang ajar kau Richard,ya sudah aku pergi sekarang.” Beberapa saat kemudian Yugo keluar dengan pintu yang ditutup dengan keras dan masih terdengar suara tawa Richard yang membuat Yugo semakin marah.
“Hah,akhirnya aku pergi dari toko menyebalkan itu,sekarang saatnya mencari tempat teduh untuk beristirahat dan meneliti temuan ku saat berburu tadi.” Dengan cepat Yugo segera meninggalkan Prontera untuk mencari tempat teduh yang mampu dijadikan tempat beristirahat dan menikmati kesejukan alam di Rune Midgard. Akhirnya dia memutuskan untuk beristirahat di depan gerbang selatan Prontera,t tapi dia tidak ikut berkumpul di tengah keramaian orang-orang yang sedang berkumpul di dekat pos penjaga, dia lebih memilih untuk berada di sebelah barat gerbang di antara pepohonan dan memilih salah satu pohon untuk dijadikan tempat istirahat.
Setelah memilih salah satu pohon, Yugo segera mengambil magnifier dan mengeluarkan benda yang dia temukan di Pulau Byalan itu, dengan segera Yugo memeriksa apa yang ia dapat itu. Tak beberapa lama senyum cerah menghiasi wajah muramnya. “ini Fin Helm!”
“Sebaiknya aku segera beristirahat,nanti malam aku akan berburu lagi.” Kemudian Fin Helm itu dia masukkan kedalam tas dan ia pun segera terlelap setelah semua kejadian yang ia lalui setengah hari ini.