
Coffee Lounge
January 26, 2010Coffee Lounge
Hujan dan hujan, itulah sedikit gambaran mengenai beberapa hari ini di Jogja. Berkali-kali tetesan air jatuh dari langitNYA dengan deras dan tanpa peduli apa yang dipikirkan oleh orang-orang. Menatap dari dalam ruangan yang cukup lengang melalui jendela bertirai besi ini menuju derasnya sang hujan, suasana yang tadinya panas karena perdebatan tanpa usai dan kejenuhan akan pekerjaan yang tidak dapat di deskripsikan dengan pasti mampu lenyap setelah sang awan menjatuhkan hujan yang begitu deras namun menenangkan hati.
Bergegas aku pergi mencari sebuah benda yang menemaniku dengan diam dan bisu selama hujan turun, cangkir. Ya cangkir diam yang tak mampu mengungkapkan apapun yang ia rasakan dan alami, tanpa peduli apapun kuseduh sebuah kopi hangat dengan perasaan tenang. Kenikmatan kopi ditemani sebuah fantasi yang melayang di antara benak-benak liarku ini benar-benar luar biasa.
Kopi yang konon merupakan minuman berasal dari Ethiopia abad ke 9 ini memang mampu membuat suasana dingin ini sedikit lebih hangat. Sungguh berkah tiada tara bagi orang yang menemukan kopi, apa ya yang mereka pikirkan saat itu sehingga mampu menciptakan minuman ini. Tapi ya sudahlah, tak ada yang perlu dibicarakan dari orang-orang yang tak pernah kukenal itu. Lagipula yang terpenting adalah menikmati berkah ini.
Menikmati secangkir kopi susu bernama Cappuccino di teras luar lantai dua Kedai Kopi Espresso Bar Jakal dengan ditemani irama gemericik air hujan yang turun benar-benar luar biasa. Melihat kesibukan warga Jogja di bawah saat hujan turun, terkadang bukan rasa atau kesempurnaan kopi yang diinginkan, namun moment saat menikmati kopi itulah yang dicari. Bukan saat-saat biasa ketika bercengkerama dengan teman atau kolega ditemani secangkir Cappuccino hangat, namun saat memandang langit terang malam hari ini atau saat hujan turun seperti sekarang ini.
Kedai Kopi Espresso Bar always gives a place to serve memorable coffee…
Yogyakarta, 25 Januari 2010 16.27