h1

Saat sedang Gila

May 17, 2011

yah di waktu senggang kadang aku menulis dan kadang aku bahka tidak menyangka bisa menulis seperti ini, check this out!!

Menatap matahari pagi dibalik tirai besi yang menghiasi jendela kamar itu terasa begitu dingin dan menyeramkan. Melihat aktifitas anak-anak kecil warga kampung sebelah bui ini rasanya bagai melihat burung-burung liar bebas beterbangan di antara pohon-pohon nan rindang. Indahnya matahari pagi pun tak seindah ketika aku mampu menatapnya langsung, segala sesuatu di balik jeruji besi ini begitu kelam dan tak se terang cahaya di balik bui ini. Namun segala hal ini terjadi karena kesalahanku, aku manusia tak berguna yang telah menyesatkan orang lain dalam siksa neraka, walau aku tak pernah percaya bahwa neraka itu benar-benar ada.

Begitu banyak manusia yang menyembah Tuhannya, dan memohon ampun pada-NYA. Namun mungkin hanya aku satu-satunya manusia di dunia ini yang tak pernah melihat bahwa Tuhan itu benar-benar ada, Tuhan hanyalah simbol untuk para manusia lari dari keadaan nyata dan pahitnya kehidupan ini. Tuhan merupakan suatu ikon yang diciptakan oleh manusia itu sendiri agar mereka masih memilih dinding pertahanan terakhir di saat semua nya begitu berat dan hampir membunuh mereka.

Bagiku mati adalah mati, perputaran kehidupan berakhir pada kematian dimana tak ada satu pun yang mampu mengelak. Kehidupan setelah kematian adalah satu hal yang tak dapat kupercaya sepenuhnya, karena tak ada satupun orang waras yang mampu membuktikannya. Dan inilah aku, kehidupanku berakhir di bui ini dengan segala hal yang telah kuperbuat pada satu wanita muda pegawai salah satu bank ternama di Jakarta.

Aku bukanlah orang yang mudah menyukai seseorang, namun ketika aku tertarik pada satu orang, maka aku akan berusaha mendapatkannya walau aku harus membunuh puluhan atau bahkan ratusan orang untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. Seperti pada halnya ucapanku diatas, aku tak percaya pada Tuhan sepenuhnya, aku yakin bahwa Tuhan itu ada mungkin bila saatnya aku hampir menghadap-NYA. Itulah yang menyebabkan aku tak peduli pada apa yang aku perbuat, aku tak mengenal norma, aku tak tahu apa itu moral, dan aku tak peduli pada hukum. Karena aku adalah aku.

Tahun 2007 lalu, aku yang mana seorang karyawan di perusahaan swasta yang cukup terkenal di Jakarta yang bergerak di bidang ekspor impor, merasa bahwa pekerjaan ini begitu membosankan dan selalu itu itu saja. Bagiku, bekerja hanya untuk mendapatkan gaji yang akan aku habis kan untuk memenuhi nafsu perut dan birahi ku. Aku tak punya satu pun orang yang kukenal begitu dekat, namun hanya satu temanku yang begitu peduli pada aku semenjak kami SMA dulu. Tapi toh aku tak pernah mempedulikannya, bagiku dia hanya perempuan murahan yang telah ditiduri belasan atau bahkan puluhan orang dan aku pun tak peduli itu benar atau tidak, bagiku dia hanya sampah.

*bersambung

if you like it, please write a comment okay :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.